Rupiah Melemah Lagi

Keadaan ekonomi dunia yang saat ini sedang kacau sehingga berdampak cukup kuat pada perekonomian Indonesia. Rabu (1/2/2012) pagi kurs nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika melemah hingga 25 poin mencapai nilai Rp 9.005. padahal sebelumnya nilai tukar rupiah bernilai Rp 8.980 per dollar Amerika.

Lana Soelistianingsih, Analis Samuel Sekuritas menyatakan bahwa keadaan keuangan secara global cenderung negatif. Penyebabnya adalah kesepakatan utang Yunani yang tidak berjalan lancar seperti yang diprediksikan. Lala Soelistianingsih juga menambahkan bahwa kemarin Yunani masih meminta kemungkinan write-off hutang yang diperbesar dari 50% menjadi 70% disertai dengan restrukturisasi sisa hutang menjadi tenor 30 tahun. Namun ternyata Yunani gagal menepati target ekonomi yang telah disepakati. Belum lagi data kepercayaan konsumen di Amerika turun dari 64,8 persen pada bulan Desember lalu menjadi 61,1 pada bulan Januari dan nilai tersebut berada di bawah nilai ekspetasi analis. Indeks manufaktur juga mencatat penurunan dari 62,2 menjadi 60, walaupun masih diatas level 50 sebagai batas minimum. Hal tersebut diungkapkan oleh Lala Soelistianingsih akan menyebabkan pasar Asia terkoreksi dan nilai rupiah akan terus menurun pada nilai Rp 9.000 hingga Rp 9.020 perdollar Amerika.
Krisis eropa saat ini benar-benar membawa dampak terhadap perekonomian dunia. Johanes Ginting selaku pengamat pasar uang Monex Investido Futures menyatakan pendapatnya tentang kurangnya terobosan dalam penyelesaian masalah utang Yunani yang justru telah membuat kekawatiran investor yang terlihat dari besarnya selisih “yield” antara obligasi Jerman dengan obligasi negara-negara kawasan Euro yang terlilit hutang sehingga mata uang dasar semakin tertekan.