KKB Dan KPR Tumbuh Diatas Rata-Rata Kredit Nasional

Sepanjang 2011 kredit banyak di konsumsi tumbuh diatas kredit nasional. Kepala Biro Pengaturan Direktorat Penelitian Pengaturan Perbankan Bank Indonesia, Filianingsih, mengatakan pertumbuhan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) tumbuh diatas rata-rata kredit nasional.

Pada awal 2011 dan akhir tahun 2011 pertumbuhan KPR dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) memang sedikit menurun. Namun, secara umum KPR dan KPA selalu lebih tinggi. Berdasarkan data BI per Januari 2012 KPR tumbuh sebesar 43,04 persen. Sedangkan KKB tumbuh 29,33 persen. Sementara pertumbuhan kredit secara keseluruhan sebesar 23,72 persen.

Bahkan pada januari 2012 pertumbuhan KPR sempat kembali meningkat mencapai 43 persen year on year sementara kredit umum hanya sekitar 24 persen. Namun, secara kredit bermasalah (non performing loan/NPL) KPR tidak cukup tinggi yaitu 2,12 persen. Sedangkan NPL KKB sebesar 1 persen. Tapi jika ditotal mencapai 0,5 persen.

Bank Indonesia sebelumnya telah mengatur kenaikan DP untuk kredit kendaraan roda dua, minimal uang muka menjadi 25 persen dan untuk mobil sebesar 30 persen. Sementara untuk kredit kendaraan bersifat produktif sebesar 20 persen. Sedangkan untuk KPR, rasio LTV yang diatur maksimal 70 persen. Rasio LTV, yakni angka rasio antara nilai kredit yang dapat diberikan oleh bank terhadap nilai agunan pada saat awal pemberian kredit.