Hasil Tangkapan Nelayan Ciamis Mengalami Peningkatan

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Ciamis Jeje Wiradinata menyampaikan, PAD sebesar itu yang masuk ke Pemda Ciamis hanya 3% dari total pendapatan nelayan. Dalam dua bulan terakhir pendapatan nelayan yang tercatat di TPI Pangandaran saja mencapai Rp1,3 miliar. “Ini menjadi angin segar untuk kebangkitan nelayan Ciamis,” kata Jeje.

Melihat peningkatan perolehkan PAD di awal 2012, ada titik cerah untuk pendapatan dari sektor perikanan tangkap. “Dulu, untuk memperoleh PAD sebesar Rp300 juta harus menunggu selama satu tahun. Sekarang dalam dua bulan saja sudah 50% dari total PAD 2012 sebesar Rp300 juta pertahun,” katanya. Jeje menambahkan, dengan kembali hidupnya sejumlah KUD nelayan, pelelangan ikan di TPI juga semakin sehat. Atas kondisi itu, banyak nelayan luar Ciamis yang menjual ikan di TPI Pangandaran. “Harga ikan di TPI juga lebih bagus sehingga tidak merugikan nelayan begitu juga pengusaha. Karena pengusaha juga mendapatkan ikan segar langsung dari Pangandaran,” pungkas Jeje.

Hasil tangkapan ikan nelayan Kabupaten Ciamis 2012 mengalami peningkatan cukup tajam. Dalam dua bulan terakhir, hasil tangkapan ikan nelayan di Pantai Selatan Ciamis mencapai 300 ton.

Kepal Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Ciamis Sutriaman menyebutkan, meningkatnya hasil tangkap ikan di pesisir pantai selatan Kabupaten Ciamis, terjadi selain karena musim ikan yang sedang bagus, juga karena banyaknya nelayan luar Pangandaran yang menjual ikan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di wilayah Ciamis.

Menurut Sutriaman, peningkatan angka tangkap ikan awal tahun ini bisa menjadi titik tolak kebangkitan tangkapan ikan nelayan Ciamis. “Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir nelayan Ciamis khususnya wilayah Pangandaran mengalami masa paceklik yang berkepanjangan. Khususnya pasca bencana alam tsunami 2006 lalu,” jelas Sutriaman. Sutriaman merinci, kalau dihitung PAD perolehan hasil tangkap ikan sebanyak 300 ton dalam dua bulan terakhir, setara dengan nilai retribusi PAD yang masuk ke Pemda Ciamis sebesar Rp150 juta. “Yakni di bulan Januari tercatat Rp65 juta, sedangkan sisanya PAD di bulan Februari,” papar Sutriaman.