Presiden Memberikan Kebijakan Terkait Penghematan Nasional

Kepala Negara ingin APBN tetap sehat serta dapat menjadi alat untuk mencapai sasaran pembangunan ekonomi demi terwujudnya kesejahteraan rakyat. Untuk itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan akan memimpin gerakan penghematan nasional yang bertujuan menyehatkan APBN 2012 dan perekonomian nasional.

Presiden akan meminta dukungan masyarakat luas, dunia usaha, lembaga negara, serta pemerintah daerah. Presiden mengatakan, ada lima kebijakan terkait penghematan nasional. Kebijakan itu diantaranya :

Kebijakan pertama adalah terkait pengamanan APBN-P 2012. Ada sejumlah langkah yang ditetapkan ketika harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kedua, kebijakan peningkatan penerimaan negara. SBY melihat masih ada peluang untuk itu. Misalnya, dari sektor pertambangan tertentu. Bukan menggenjot pajak di segala lini. Ketiga, Presiden akan mengeluarkan instruksi presiden dan peraturan presiden terkait penghematan energi secara total. Keempat, kebijakan penggunaan gas domestik. Dan Kelima, Kepala Negara ingin agar investasi ditingkatkan. Peningkatan investasi membutuhkan iklim dan aturan yang kondusif bagi pengembangan investasi.

Kebijakan ini di harapkan bisa mendorong industri, sektor riil, sehingga pertumbuhan ekonomi bisa kita jaga. Ini sekaligus berkaitan dengan mengatasi masalah kelistrikan. Dengan demikian, konsumsi BBM untuk pembangkit listrik bisa kita turunkan. Kalau ini dikelola dengan baik, SBY optimis ekonomi bisa dijaga, dan manakala ada gejolak baru, kita pastikan bahwa kita mempunyai solusi. Maka dari itu, Presiden mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan agar iklim dan aturan terkait investasi kondusif.