Dampak Positif Penyatuan Zona Waktu Di Indonesia

Ryan Kiryanto, Kepala Ekonom BNI, menyambut baik rencana pemerintah untuk penyatuan zona waktu di Indonesia. Dengan langkah ini bisa memperkecil perbedaan waktu Indonesia secara keseluruhan dengan negara-negara mitra bisnisnya. “Ini mungkin karena masalah bisnis karena dengan menyatukan zona ini mungkin tingkat perbedaan diferensiasi waktu Indonesia dengan negara-negara mitra bisnisnya menjadi tidak materil. Artinya jam tidur atau istirahat menjadi dekat,” ujar Ryan

Rencana pemerintah untuk penyatuan zona waktu diharapkan bisa terwujud 17 Agustus y.a.d. Dengan adanya penyatuan waktu, maka akan lebih mudah bila ada rapat melalui telekonferensi dengan peserta dari wilayah lain di Indonesia. “Kami suka mengadakan telekonferensi jam 5 sore WIB. Di Papua kan sudah jam 7 WIT sehingga mereka harusnya sudah pulang (jadi) terpaksa harus menunggu,” tambah Ryan.

Juga manfaat dalam hubungan antara Indonesia dengan negara mitra bisnisnya. Dengan mematok waktu Indonesia bagian tengah (Wita) atau GMT+8 sebagai acuannya, maka jarak waktu antara Singapura dan Indonesia tidak ada lagi atau menjadi sama.

Selama ini, menurut Ryan dengan selisih waktu antara Indonesia dan Singapura ataupun negara lain pasti ada kesempatan yang hilang, hal ini disebabkan masyarakat kedua negara memulai aktivitasnya tidak berbarengan. “Di Singapura orang sudah kerja, kita baru berangkat ke kantor. Sementara orang Singapura sudah pulang kantor, kita masih kerja.Itu kan berapa opportunity lostnya,” tegasnya.

Ditambahkan oleh Ryan,”Mungkin di situ pemerintah melihat ada semacam disinsentif factor yang membuat ini mengganggu. Ya inilah konsekuensi Indonesia itu negara besar plus kita itu negara kepulauan.” Dengan dasar kendala-kendala tersebut pemerintah berniat untuk penyatuan zona waktu di Indonesia. Rencana inipun menjadi insentif yang bagus bagi pasar uang dan saham. “Misalnya bank di Jakarta mau pinjam dengan bank koresponden di New York itu kan jeda waktu sekarang 20 jam, mungkin dengan ada penyatuan waktu mungkin beda bisa 18 jam,” pungkas Ryan.