Potensi Wisata Bisnis

Wisata bisnis perlu digarap dengan serius. Pasalnya potensi pasarnya sangat besar dan tidak mengenal krisis.

Direktur Konvensi, Insentif, dan Pameran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Berman Lubis mengatakan, wisata bisnis adalah pasar yang menjanjikan. Dalam kondisi krisis sekalipun, mereka akan tetap membutuhkan tempat untuk melakukan pertemuan. Selain itu, dampak ikutan wisata bisnis juga cukup besar sehingga imbas ke pertumbuhan ekonomi cukup siginifikan.

Wisata bisnis terdiri dari pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran atau sering disebut MICE. Menurut dia, pasar MICE secara ekonomi juga lebih menguntungkan, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Umumnya wisata MICE pelaksanaannya lebih terorganisir dengan dana yang cukup besar.

Pameran-pameran, baik skala nasional maupun internasional makin banyak berlangsung di Indonesia. Hal ini menjadi panen bagi industri pariwisata terutama bidang MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) di Indonesia. Dengan perkiraan 40 persen kunjungan business trip di tahun 2009, Sapta memperkirakan jumlah wisatawan business trip, termasuk MICE, adalah 3,2 juta kunjungan. Pemerintah menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di tahun 2012 sebesar 8 juta. Tidak bisa dibedakan apakah business trip juga berlaku untuk kunjungan dalam rangka MICE. Sebab, dalam kartu imigrasi hanya ada pilihan tujuan kunjungan dalam rangka business trip.

Dengan berkembangnya fasilitas dan pilihan, Indonesia telah menjadi salah satu pemain dunia di bidang MICE. Hal ini tecermin dari jumlah ruang konferensi dan jumlah hotel yang terus bertambah setiap tahun sehingga Indonesia menjadi salah satu tempat yang ideal untuk penyelenggaraan MICE.