Kedua BUMN Farmasi Kimia Farma dan Indofarma Membentuk Tim Gabungan

Direktur Utama Kimia Farma Syamsul Arifin , mengatakan, pihaknya telah membentuk tim gabungan yang terdiri dari Kementerian BUMN, Kimia Farma dan Indofarma. Tim Gabungan pembentukan induk (holding) BUMN farmasi ini telah menyusun rencana bisnis pasca penggabungan PT Kimia Farma Tbk dan PT Indofarma Tbk.

Menurut Syamsul Arifin, salah satu keputusan dari tim gabungan ini adalah mengurangi jenis produk di antara kedua BUMN farmasi ini. Syamsul menambahkan, tim gabungan pembentukan holding BUMN farmasi telah menyepakati beberapa hal, antara lain menata distribusi obat, mengurangi jenis produksi sehingga kapasitas diharapkan akan meningkat, serta mengurangi pembuatan obat yang serupa baik di Kimia Farma maupun Indofarma.

Untuk itu, kesepakatan tim gabungan holding BUMN farmasi ini agar kedua perusahaan dapat menjalin sinergitas dan mengurangi benturan dalam hal pengembangan produk di masa mendatang. Syamsul mengakui tim gabungan pembentukan holding BUMN farmasi tengah melakukan koordinasi dengan Bapepam-LK mengenai skema pembentukan dua BUMN yang notabene sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia. Skemanya tengah dikaji oleh Bapepam-LK. Apakah akan ada benturan karena menyangkut perusahaan publik.

Dengan digabungkannya dua produsen obat terbesar ini, diharapka mampu menekan jumlah jenis obat yang selama ini beredar dipasaran. Dengan berkurangnya kapasitas produksi, kedua tim gabungah itu harus mampu meningkatkan kualitas obat yang akan diedarka. Khususnya obat untuk orang-orang ekonomi bawa.