Daging Langka, Harga Daging Melonjak

Kementrian Pertanian mengumpulkan pelaku industri perdagingan dan persapian, baik dari Jakarta maupun wakil dari beberapa pusat sapi di daerah, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, juga Lampung. Dalam pertemuan itu, satu hal yang diperbincangkan yaitu soal permintaan dan penawaran harga daging.

Kelompok industri penggemukan sapi, pemotongan hewan, hingga industri paling kecil, kesulitan mendapatkan daging. Ternyata setelah diperbincangkan, masalah mengenai kelangkaan daging sapi bersumber pada kebijakan jumlah impor daging di Indonesia oleh pemerintah. Namun solusi untuk mengatasi hal tersebut belum dapat diputuskan karena pada pertemuan kali itu hanya mengambil keputusan untuk sementara yaitu membentuk tim evaluasi. Tugas dan kewajiban dari tim evaluasi tersebut adalahmencari tahu tentang penyebab yang pasti mengenai permasalahan kelangkaan daging sapi. Karena hal tersebut tentunya sangat berpengaruh terhadap harga daging sapi di pasaran. Pertemuan tersebut juga menghasilkan sebuah kesimpulan, apakah kuota daging tahun ini perlu di tambah atau tidak.

Populasi sapi dan kerbau pada tahun 2011 mencapai angka 16,7 juta. Angka tersebut terdiri dari 15,4 juta sapi dan 1,3 juta kerbau. Data tersebut diperoleh berdasarkan sensus ternak yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik pada tahun 2011. Dari jumlah yang ada tersebut sekitar 3 juta ekor sapi yang potensial dipotong setiap tahunnya. Namun setelah menghitung potensi kendala transportasi dan hambatan lain jumlahnya ternyata berkurang sekitar 20%, angka tersebut setara dengan 2,4 juta ekor sapi atau sama dengan 399.000 ton daging sapi. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian, Syukur Iwantoro. Permasalahan daging kelangkaan daging sapi tersebut jika dibiarkan saja tentunya akan menimbulkan dampak yang tidak baik pada masyarakat. Karena jika harga daging semakin melonjak maka jumlah konsumsi masyarakat terhadap daging sapipun akan menurun.