Kejuaraan Tenis Meja Kenakan Busana Kebaya

Kejuaraan tenis meja menggunakan pakaian kebaya mengawali rangkaian lomba peringatan Hari Kartini yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Kendal Jawa Tengah. Lomba yang diikuti oleh sekitar 60 ibu-ibu perwakilan dari Kecamatan, Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) serta Gabungan Organisasi wanita (GOW) ini, digelar di GOR Bahurekso, Kamis (19/4).

Meskipun menggunakan kebaya, namun para atlit yang usianya rata-rata diatas 30 tahun itu, sangat semangat untuk saling mengalahkan lawannya. Keringat pun dibiarkan membasahi busana kebaya dan make-up peserta.

Menurut pengakuan salah satu peserta lomba, Mawarni (35), tenis meja adalah olahraga kesukaannya. Olahraga itu, selalu ia lakukan hampir disetiap sore, untuk menjaga kesehatan.

“Tapi kalau tenis meja memakai kebaya seperti ini, baru kali ini saya lakukan,” kata Warni, usai mengikuti kejuaraan.

Baginya, menang dan kalah dalam lomba tersebut tidak masalah. Sebab semua ini untuk menjalin silaturahim dan ikut merayakan hari Kartini.

“Kita harus mewarisi semangat Kartini. Sampai kapanpun,” akunya.

Hal senada juga dikatakan oleh Rini (37). Ia mengaku kalau baru kali ini ikut lomba tenis meja menggunakan kebaya. Meskipun sulit, tapi ia lakukan dengan semangat dan senang hati. Pasalnya, ini untuk meramaikan peringatan Hari Kartini. “Sulit, tapi menyenangkan. Kita bisa tertawa-tawa,” katanya.

Sementara itu, ketua panitia lomba, Gunoto, mengatakan lomba dilakukan dalam rangka peringatan Hari Kartini 21 April lusa. Selain kejuaraan tenis meja memakai kebaya, panitia juga menggelar lomba merangkai bunga, sayur dan buah. “Kami berharap ada semangat dari ibu-ibu. Lomba tenis meja ini hanya untuk refresing saja,” katanya.