XL Meminjam Uang Buat Bayar Utang

XL meminjam uang kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp1 triliun. Dana pinjaman dari bank pe tersebut akan digunakan perseroan untuk melunasi sebagian surat utang obligasi yang akan jatuh tempo pada April tahun ini. Dari total obligasi tersebut, sekira Rp1 triliun akan dibayar dari pinjaman Bank Mandiri yang sudah dicairkan dan sisanya senilai Rp500 miliar dari kas internal. Hasnul Direktur Utama XL menjelaskan, perseroan sudah menarik pinjaman dari Bank Mandiri pada kuartal IV tahun lalu sebesar Rp1 triliun. Pinjaman dari bank pelat merah tersebut memiliki batas waktu selama tiga tahun dengan tingkat bunga pinjaman sesuai harga pasar.

Selain itu, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat yang sama kepada obligasi II/2007 perseroan sebesar Rp1,5 triliun. Adapun prospek dari peringkat obligasi yang akan jatuh tempo pada 26 April tahun ini adalah positif. Baru-baru ini Fitch Rating menaikkan peringkat nasional jangka panjang dan obligasi XL senilai Rp1,5 triliun menjadi AA+ dari sebelumnya AA. Sementara peringkat utang jangka panjang dalam rupiah maupun asing ditetapkan pada level BB+.

Hasnul menjelaskan alasan perseroan lebih memilih pinjaman perbankan daripada menerbitkan obligasi untuk melunasi obligasi yang jatuh tempo lantaran lebih fleksibel. “Saat ini lebih cocok dan fleksibel menggnakan jasa perbankan,” tandas Hasnul. Perusahaan telekomunikasi ini dinilai dapat membayar obligasi yang akan jatuh tempo pada tiga bulan mendatang dengan menggunakan dana dari kombinasi kas internal dan pinjaman. Adapun, posisi kas internal perseroan per akhir Desember 2011 tercatat sebesar Rp998 miliar. Namun dalam waktu 1 tahun XL diperkirakan akan mampu membayar obligasi karena diperkirakan XL akan mampu menghasilkan kas bersih dari kegiatan operasionalnya.