Madrid Pulang dengan Kepala Tegak

Pemain belakang Real Madrid, Marcelo, mengaku sangat kecewa dengan kekalahan timnya dari Bayern Muenchen pada babak semifinal Liga Champions. Meski demikian, tim berjuluk “Los Blancos” itu, ungkapnya, pergi dengan kepala tegak.

Pada leg pertama yang digelar di Allianz Arena, pekan lalu, Rabu (18/4/2012), mereka harus mengakui kehebatan tuan rumah dengan skor 2-1. Namun, pada leg kedua, anak asuh Jose Mourinho ini mampu membalikkan keadaan dengan skor yang sama 2-1 (agregat 3-3) sehingga harus melalui adu penalti. Drama adu penalti inilah yang mengharuskan Madrid angkat koper setelah “The Bavarian” berhasil menceploskan bola sebanyak tiga kali, sedangkan Madrid hanya satu kali melalui Xabi Alonso.

“Kami memberikan kinerja yang luar biasa di menit-menit pembuka, tetapi kami tidak berhasil untuk menutupnya dengan baik, ini menyedihkan. Akan tetapi, kami pergi dengan kepala tegak karena kami sedang mengalami musim yang hebat. Kami berjuang, berlari, dan melakukan segalanya untuk menang,” ungkap Marcelo,

“Kami memiliki peluang besar dan kami semua sedih. Kami sebuah tim dan ketika salah satu dari kami gagal, maka kami semua gagal. Kami memberikan performa yang luar biasa dan sebagai pemain, kami memberikan segalanya untuk menang. Kami bekerja sangat keras dan dibutuhkan hanya sedikit keberuntungan,” katanya.

Kegagalan melalui drama adu penalti ini memang meninggalkan luka di benak pemain asal Brasil ini. Menurut dia, “El Real” hanya kurang beruntung. Senada dengan pernyataan kiper Iker Casillas, Marcelo mengatakan bahwa Madrid kalah dalam lotre.

“Kami tidak mencapai final, tetapi kami tetap tim hebat. Namun, ini seperti lotre, dan keberuntungan itu tidak berpihak pada kami,” tuturnya.