Berburu DPK oleh Bank Besar Maupun Bank Kecil

Didalam perbankan, likuiditas dana bisa di ibaratkan sebagai darah yang membawa energi untuk menggerakkan tubuh manusia. Apabila likuiditasnya kurang, sebuah bank akan mengalami kesulitan dalam menjalankan usahanya. Maka dari itu, persaingan antarbank untuk memperebutkan dana masyarakat kerap terjadi.Perburuan dana pihak ketiga (DPK) ini tak hanya domain pada bank besar, bank kelas menengah dan kecil pun turut berebut dana masyarakat.

Yang menjadi permasalahannya, ukuran bisnis yang kecil membuat mereka sulit membangun jaringan infrastruktur dan melakukan kampanye marketing masif untuk menumpuk DPK. Bank memilliki cara yang berbeda dalam melakukan pendekatan untuk menjangkau nasabah. Dalam tindak berburuh dana nasabah, sebuah bank tidak akn cukup hanya dengan berbekal produk. Contohnya Bank OCBC NISP, mereka melengkapi produknya dengan aneka fitur layanan yang selengkap mungkin. Karena pengalaman nasabah saat bertransaksi, merupakan sebuah promosi yang terbaik dan paling efisien bagi perbankan. Presiden Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk, Parwati Surjaudaja mengatakan, “Keberadaan infrastruktur mutakhir sangat diperlukan dalam hal mendukung kegiatan ekspansi suatu bank”.

Dalam hal ini, bank harus menyediakan Autometed Teller Machine (ATM), electronic data capture, hingga Cash Depocite Machine. Akan tetapi, saat di perhatikan, kelemahan yang kerap terjadi adalah keandalan fitur penunjang layanan yang kurang begitu stabil. Tahun ini, OCBC NISP menetapkan target pertumbuhan DPK yang berkisar 25% hingga 30%. Target ini disesuaikan dengan target pertumbuhan kredit yang telah mencapai 30% di tahun 2012 ini. Untuk memperoleh lebih banyak nasabah, OCBC NISP telah menyediakan anggaran belanja modal sebesar Rp 150 milliar yang akan digunakan untuk menambah 50 mesin ATM, membuka sekitar 10 kantor cabang baru, dan mengembangkan layanan mobile banking.