Dekati Asia, Nokia Buka Pabrik di Vietnam

Nokia melihat penurunan pangsa pasar ponselnya yang terus merosot selama beberapa tahun. Terima kasih kepada Apple dan Android yang telah mengganggu kondisi finansial Nokia. Samsung pun berhasil menyalip dominasi ponsel Nokia.

Nokia berusaha membalikkan keadaan dengan berbagai cara. Kemitraan Nokia dengan Microsoft membuahkan ponsel Windows Phone 7 OS. Langkah ini melahirkan smartphone Nokia Lumia yang menjadi unggulan Nokia saat ini.

Pada Maret 2012, Nokia telah memberhentikan pekerja di pabrik Salo, Finlandia. Sebanyak 1.000 karyawan pabrik kehilangan pekerjaannya. Rencana restrukturisasi pun dimulai dengan pemecatan besar-besaran. Di bawah kepemimpinan Stephen Elop, 3.000 karyawan telah diberhentikan.

Sementara 3.000 orang di berbagai belahan dunia menjadi pengangguran, Nokia memiliki rencana merekrut 10.000 karyawan baru dengan gaji yang lebih rendah. Menurut sumber berita Vietnam, BaoMoi, Nokia akan mengeluarkan US$300 juta untuk membangun pabrik baru di negara tersebut. Pabrik itulah yang akan membuka lowongan untuk sekitar 10.000 orang.

EVP Pemasaran Nokia, Niklas Savander mengatakan, “Pergeseran perakitan perangkat ke Asia ditargetkan untuk mempercepat waktu produk kami sampai ke pasar. Dengan bekerja lebih dekat dengan pemasok, kami percaya bahwa kami akan dapat memperkenalkan inovasi ke pasar lebih cepat dan akhirnya menjadi lebih kompetitif.”

Nokia akan meresmikan pembangunan fasilitas ini pada 23 April. Menurut Thenextweb.com, pabrik ini diharapkan dapat beroperasi pada awal 2013. Perusahaan ini optimis produksi perangkat low-end yang dibuat di Vietnam akan mulai dapat dijual ke seluruh dunia tahun depan.

Sertifikat Investasi untuk pabrik Vietnam ini telah dikantongi sejak 15 November 2011. Nokia Vietnam Limited Liability Company telah dibentuk dengan dukungan pamerintah. Pabrik ini akan berdiri di Vietnam-Singapore Industrial Park (VSIP), provinsi di utara negara itu yang bernama Bac Nihn.

VSIP ini sudah menjadi lokasi pabrik dari rival terberat Nokia dalam kategori smartphone, Samsung. Pejabat pemerintah optimistis dengan investasi raksasa Nokia dapat membangun VSIP sebagai pusat produksi ponsel untuk daerah. Saat semua telah siap pada 2014, Nokia berharap pabrik di vietnam dapat memproduksi lebih dari 45 juta unit setiap tahun.

Langkah Nokia membuka pabrik untuk mendekati pasar Asia ini mengingatkan pada keputusan RIM membuka pabrik di Malaysia. Nokia bukan satu-satunya perusahaan teknologi raksasa yang berjibaku karena penurunan penjualan. Sony pada April mengumumkan rencana kembali ke tenaga kerja di Jepang. Perusahaan yang baru merilis ponsel Sony Xperia S ini akan memangkas 10.000 pekerja dalam skala global.