Rahmat Urung Gabung

Sempat mendapat angin segar, PSM harus berlapang dada. M Rahmat urung bergabung untuk menghadapi Arema dalam lanjutan Indonesian Premier League (IPL) di Stadion Gelora Andi Mattalatta, Sabtu, 12 Mei sore.

Walau PSSI sudah memberikan lampu hijau lewat Direktur Badan Tim Nasional (BTN), Bernhard Limbong, sehari sebelumnya, ternyata manajemen timnas senior tidak menyetujuinya. Rahmat tidak dibolehkan lagi memperkuat PSM lantaran akan dibawa ke Palestina.

Direktur Operasional Timnas Senior, Ferry Kodrat, menolak melepas Rahmat karena dia dibutuhkan negara. Menurut Ferry, setelah melawan Persiba Bantul, Sabtu, 5 Mei lalu, maka semua pemain timnas termasuk Rahmat, tidak bisa lagi kembali ke klubnya.

Apalagi, lanjut dia, timnas akan menggelar laga uji coba pada Jumat, 11 Mei hari ini melawan Persiba Bantul, dan Minggu, 13 Mei pagi berangkat ke Palestina.

“Jadi, tidak mungkin kami beri izin kembali ke klubnya. Sudah sangat mepet. Kalau soal pemain Semen Padang dan Arema, memang sudah kita coret dari timnas. Soal sanksi terhadap pemain yang menolak panggilan timnas, nanti kita bicarakan lagi,” terang Ferry.

Chief Executive Officer (CEO) PSM, Rully Habibie, mengaku sudah bertemu dengan petinggi timnas dan mengirim surat resmi untuk meminjam Rahmat. Namun, manajemen timnas memutuskan tidak bisa memulangkannya.

“Kami merasa dikerjai timnas. Karena awalnya dibolehkan meminjam Rahmat. Lalu, belakangan tidak bisa lagi. Kami menyesalkan karena hanya PSM diperlakukan seperti ini. Program PSSI juga tidak ada sama sekali,” sesal Rully.

Bahkan, Rully mendapat informasi timnas Malaysia menolak ajakan uji coba dengan timnas Indonesia, karena para pemain Negeri Jiran lebih fokus berkompetisi di negaranya. “Nah, mestinya ini juga yang dijadikan contoh oleh PSSI. Kami jelas kecewa. Ada apa PSSI tiba-tiba mengubah keputusannya,” kecamnya.

Pelatih PSM, Petar Segrt, juga tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Betapa tidak, Petar sudah yakin dapat memainkan skuad terbaiknya melawan Arema. Namun, dia mendapatkan informasi tak dapat memainkan Rahmat.

“Sebenarnya saya sudah persiapkan skuad terbaik melawan Arema. Tetapi mengapa PSSI justru mengubah lagi pernyataannya. Ini ada apa? Sudah jelas kami dirugikan dengan situasi seperti ini,” kecamnya.

Ketua BTN, Bernhard Limbong, mengaku kebijakan soal pemanggilan pemain kembali ke klubnya sepenuhnya ada di tangan manajer dan tim pelatih timnas. “Demi kepentingan bangsa dan negara, terpaksa PSM harus berkorban dahulu,” kuncinya.