Kekerasan bukan solusi!

Alkisah ada sepotong besi yang sangat kuat. Kampak, martil, dan gergaji mencoba menghancurkannya. “Saya akan menghancurkannya,” kata Kampak. Ia menghantam keras-keras tubuhnya ke besi tersebut, tetapi setiap hantaman malah membuat diriny semakin tumpul. Akhirnya ia menyerah. “Serahkan kepada saya,” kata Gergaji. Ia bergerak maju-mundur di permukaan besi itu sampai akhirnya gigi-giginya menjadi ompong dan rusak. Ia pun menyerah. “Dasar kalian tidak bisa apa-apa. Saya akan menunjukkan cara yang benar,” kata Martil. Namun hantaman pertama membuat kepala Martil terpental dan besi itu tidak bergeming. Tiba-tiba datang seberkas api. “Bolehkah saya mencobanya?” tanya sang Api. Api itu lalu melingkar disekitar besi, memeluknya, dan lama-lama besi itu meleleh karena pengaruh api tersebut.

Banyak orang mengira bahwa cara-cara kekerasan dapat menyelesaikan semua masalah. Karena itu dalam berbisnis, tidak jarang orang memakai trik yang curang, menyakitkan, dan culas. Namun, bila kita renungkan, justru cara-cara lembutlah yang sering kali memenangkan pertarungan apa pun. Sebagai contoh, pembeli akan senang membeli bila kita menggunakan pendekatan bukan dengan pemaksaan. Orang akan suka bekerjasama dengan kita, bila kita menunjukkan sikap ramah, lembut, dan sopan; bukan sebaliknya kasar, egois, arogan, otoriter, dan sebagainya.

Ketahuilah untuk memenangkan pertandingan apa pun, dibutuhkan sesuatu yang baik. Karena itu ketika dunia tetap memakai cara-cara kotor dan keras untuk tetap eksis, marilah menggunakan sebaliknya, bukan dengan tangan besi, tapi dengan prinsip kasih.