Mengubah Tantangan menjadi Tambang Berlian

Bila kita melihat sebuah kesulitan, ia seperti batu penggiling, bisa menghaluskan atau malah menghancurkan kita. Thomas Edison, pendiri Edison General Electric Company, yang kemudian menjadi General Electric memilih menjadikan tantangan sebagai alat untuk memaksanya agar dapat berinovasi. Dulu Thomas Edison hanya memiliki toko kecil yang mengalami kesulitan keuangan.

“Saya membayar seorang sheriff $5 per hari untuk menunda keputusan atas pabrik kecil saya. Lalu datanglah seorang petugas gas. dan, karena saya tidak dapat membayar tagihan tepat waktu, ia menghentikan gas saya. Saya berada ditengah-tengah eksperimen tertentu yang sangat penting dan membiarkan petugas gas menenggelamkan saya dalam kegelapan yang membuat saya begitu marah sehingga saya segera mulai membaca semua teknik gas, dan memutuskan untuk mencoba kalau-kalau listrik dapat dibuat menggantikan gas dan memberikan para petugas gas tersebut saingan yang kuat.” Akhirnya percobaannya berhasil dan muncullah ia sebagai pengusaha sukses.

John F. Kennedy berkata, “Dalam aksara Tiongkok, kata krisis terdiri atas dua karakter, yang satu berarti bahaya, satu lagi berarti kesempatan.” Dan, Thomas Edison telah memutuskan menjadikan krisis dalam hidupnya menjadi kesempatan baginya untuk maju. Bagaimana dengan kita?

Memang bukan hal mudah mengubah tantangan menjadi tambang berlian. Ini diperlukan mental baja, jiwa yang tidak menyerah, dan usaha yang gigih. Semakin kita gigih, cita-cita pun akan makin mudah diraih.