Analisi Jurnalis Independen Indonesia Melakukan UKJ

Analisi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menyelenggarakan uji kompetensi jurnalis (UKJ) pada 20an anggotanya. Susulan penetapan oleh Dewan Pers bahwa AJI adalah organisasi pers yang berhak melaksanakan sertifikasi wartawan. Pelaksanaan UKJ anggota AJI di Kampus Diklat Bina Swadaya Mekarsari, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, yang berjalan selama dua hari. Kegiatan UKJ diawali dengan pelatihan yang disebut “training of examine” (ToE) atau pelatihan yang diselenggarakan untuk para calon penguji UKJ AJI dari seluruh Indonesia.

Ketua Umum Analisi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia Eko Maryadiikuti Sekjen Suwarjono, mengatakan bahwa alasan dilaksanakannya uji kompetensi itu yaitu sebagai tindak lanjut kesepakatan pimpinan media massa dan organisasi pers, agar menerapkan standar kompetensi bagi wartawan di Indonesia yang tertuang dalam Piagam Palembang, dan dikukuhkan oleh keputusan Dewan Pers.

Menurut Eko, MI sebagai organisasi pers wajib melaksanakan dan menjalankan ketentuan dan kesepakatan yang ditetapkan oleh Dewan Pers itu, apalagi MI juga telah ditetapkan sebagai organisasi yang berhak melaksanakan sertifikasi bagi para anggotanya maupun jurnalis umumnya. Dewan Pers juga telah menetapkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebagai organisasi pers yang berhak melaksanakan sertifikasi wartawan, dan Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) sebagai lembaga pendidikan pers yang dinilai layak dan memenuhi persyaratan melaksanakan sertifikasi wartawan itu.

Penetapan dari Dewan Pers dalam menjalankan sertifikasi wartawan telah diperoleh LKBN Antara juga beberapa perusahaan pers lainnya. Perusahaan pers lainnya yang telah terlebih dahulu menjalankan uji kompetensi wartawan (UKW) adalah LPDS dan PWI. Ketua Umun Analisi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Eko Maryadi mengatakan, “AJI memiliki tanggung jawab menjalankan sertifikasi bagi para jurnalis yang menjadi anggota AJI seluruh Indonesia dan pada anggota MI yang berada di daerah-daerah akan diprioritaskan oleh AJI”.