Depok Kekurangan Puskesmas

Kota Depok saat ini kekurangan 20 puskesmas. Namun untuk pembangunannya kemungkinan akan terhambat, karena Dinas Kesehatan kekurangan tenaga medis. Sementara itu, pemerintah pusat tidak lagi menerima PNS. “Memang benar kalau kami kekurangan puskesmas. Kami saat ini punya 32 puskesmas. Dan seharusnya di Depok ditambah 20 Puskesmas lagi,” ujar Hardiono, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok.

Mengingat jumlah penduduk di Kota Depok saat ini yang telah mencapai sekitar 1,8 juta orang. Hanya ada satu puskemas di Kota Depok, sedangkan sisanya merupakan Unit Pelaksana Lapangan (UPL) atau disebut puskesmas pembantu. Tambahan puskesmas itu sangat dibutuhkan karena dapat melayani penduduk di Depok. 11 merupakan Unit Pembantu Teknis (UPT), Hardiono mengatakan, “SDM kami berjumlah 600 orang. SDM itu ada untuk 52 puskesmas dan dibutuhkan 900 SDM”.

Hardiono mengatakan, anggaran Dinas Kesehatan untuk tahun 2012 mencapai Rp 53 miliar. Dana itu untuk pembangunan puskesmas baru di Kedaung (Sawangan), Ratujaya (Cipayung), dan Cilodong. Selain itu juga dipergunakan untuk merehab sejumlah puskesmas, di antaranya Puskesmas Cinere.

Saat ini yang lebih penting adalah meningkatkan kualitas puskesmas, dengan cara menjadikan puskesmas 24 jam. Tahun ini ada dua puskesmas yang akan dijadikan 24 jam, yaitu Puskemas Sukmajaya dan Cimanggis. Kemudian disetiap puskesmas tingkat kecamatan ditargetkan memiliki Unit Gawat Darurat atau UGD dan rawat inap yang dilengkapi dengan alat kesehatan berupa radiologi serta kebidanan atau disebut PONED (Pelayanan Obstrerik Neonatal Emergensi Dasar).

Ketua Komisi DPRD Kota Depok, Sri Rahayu Punvatiningsih, mengatakan kalau itu bertujuan supaya masyarakat menjadi lebih nyaman dan juga terlayani. “Untuk mempercepat pembangunan 20 Puskesmas itu harus menambahkan SDM. Sekarang ini puskesmas itu per hari dikunjungi sekitar 400 warga,” imbuhnya.

Yayuk menyatakan, sekarang ini sedang diriset penambahan tenaga medis, baik itu dokter dan perawat lewat jalur outsourcing. Mereka akan memperoleh gaji besar. Akan tetapi, hal ini masih dalam pengrisetan dan membutuhkan masukan dari Kementerian Kesehatan. “Pembangunan puskesmas itu pastinya tidak dapat serentak semuanya, tetapi prioritas untuk Puskesmas 24 jam. Nanti kalau outsourcing dibolehkan maka sebagain besar ditempatkan ke puskesmas reguler,” paparnya.