Masalah Internal PT Merpati Nusantara

Dalam Pergantian Dirut PT Merpati Nusantara Airlines JAKARTA-Deputi Infrastruktur dan Logistik Kementerian BUMN, Sardjono Jhonny Tjitrokusumo sebagai dirut PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) telah diakui oleh Sumaryanto Widatin karena memberikan perbaikan untuk Merpati. Menurutnya, perbaikan tersebut harus dilakukan pergantian karena belum bisa menghasilkan untung dan tidak dapat menjalankan rencana bisnis yang telah ditetapkan serta kurangnya keefektifan dan dibrdayakannya rute penerbangan.

Menurut Sumaryanto, dari 120 rute hanya 40 rute yang dapat dikatakan sehat dan 80 rute sering kali terjadi keterlambatan pencairan subsidi dari pemerintah. Meskipun penyertaan modal negarasebesar Rp. 561 miliar sudah diberikan kepada Merpati. Sardjono Jhonny Tjitrokusumo dicabut jabatannya sebagai dirut Merpati dan jabatan direktur utama PT Merpati Nusantara Airlines setelah dilantik oleh Deputi Menteri BUMN Bidang Usaha Infrastrutur dan Logistik Sumaryanto Widayntin di kantor ‘ Kementerian BUMN diduduki oleh Rudy Setyopurnomo.

Kegaduhan internal Merpati pun terjadi sehari setelah dilantiknya dirut baru. Selain adanya ancaman mogok sejumlah pilot, Senior Vice Presiden (VP) Corporate Planning Merpati Erry Jardhana, Corporate Strategy Imam Turidi, ciao- 57P Marketing Yose Rizal, serta sejumlah general manager kemarin mengajukan permohonan mundur dari jabatannya.

Wardhana mengatakan bahwa alasan Ia mundur karena sudah tidak satu visi dengan dirut baru. Rudy yang ditunjuk sebagai pengganti Jhonny menanggapi bahwa hal tersebut merupakan hak karyawan tetapi hal itu tidak akan mengganggu kinerja dari Merpati. Menurutnya masih banyak anak- anak muda yang siap untuk menggantikan mereka.

Ancaman mogok dari sebagian pilot Merpati tidak terbukti hingga saat ini. Menurut Denny Satrio dari Asosiasi Pilot Merpati kegagalan dari pemogokan tersebut diakibatkan karena seluruh pilot solid tidak ikut berpolitik. Sebanyak 213 orang pilot bekerja di Merpati. Sementara menurut Sardjono Jhonny Tjitrokusumo sebagai mantan dirut PT MerpatiNusantara Airlines menegaskan bahwa Ia ikhlas atas pencabutannya dari jabatanya sebagai direktur utama Merpati.Walaupun kepemimpinanya dinilai gagal Ia tetap membela diri.

Pada 2011 lalu, Merpati mengalami kerugian sebesar Rp 750 miliar. Merpati kembali rugi Rp 250 miliar, dan di April 2012 rugi Rp 106 miliar pada kuartal pertama 2012. Menurut menurut Sardjono Jhonny Tjitrokusumo , Ia telah berusaha keras agar Merpati tidak gulung tikar, saat ini pun Merpati tetap beroperasi serta nilai kerugiannya semakin menurun. Program restrukturisasi dan revitalisasi pun baru dimulai pada 2012.