Tersendatnya Distribusi Paket Elpiji ke Kepulauan Masalembu

Distribusi paket bantuan elpiji ke Kepulauan Masalembu, Sumenep, tersendat. APMS (a gen premium dan minyak solar), pemilik kapal layar motor (KLM) yang mengirimkan elpiji, menyita paket dari program konversi minyak ke gas tersebut. Alasannya, distributor tidak membayar sisa ongkosnya. Hingga kemarin, warga kecamatan yang mendapat jadwal distribusi gas elpiji terakhir di Sumenep tersebut belum menerima bantuan Paket Elpiji lengkap.

Penyaluran kompor gas dari distributor masih ditunggu oleh mereka. Empat bulan lalu, Paket Elpiji diangkut ke Kepulauan Masalembu oleh Versi pihak kapal, Sebanyak 6.145 tabung dan kompor gas diangkut ke pulau di timurlaut Kepulauan Madura itu dengan ongkos Rp 13 juta. Pihak pengirim berjanji akan membayar separuh kekurangan ongkos setelah barang sampai tujuan.

Di antara Rp 6,5 juta pada termin pertama itu, yang dibayarkan baru Rp 5,5 juta atau masih kurang Rp 1 juta. Meskipun ongkos masih kurang, pihak kapal tetap mengangkut ribuan tabung gas tersebut. Sementara kompor gasnya belum diangkut. Setelah distribusi tabung ke warga Masalembu, pada tahap kedua kompor akan diangkut.

Dari kekurangan ongkos sebelumnya sebesar Rp 7,5 juta, pihak pengirim hanya membayar Rp 1,4 juta. Jadi, masih kurang Rp 6,1 juta. Karena ongkos masih kurang, pihak kapal menyita sekitar 378 kompor di gudang APMS Masalembu. Barang itu sebagai jaminan karena ongkos kapal belum dibayar lunas. A. Zainal menegaskan untuk mengklaim pihak kapal tidak bertanggung jawab atas penyaluran Paket Elpiji ke Masalembu sehingga terpaksa kompor tidak disalurkan. Saat ini pengiriman tabung gas hilang sekitar 90 unit.