Festival Film Undang Para Penonton

Produser film dalam negeri lebih mempercayakan festival film untuk propaganda dan mencari metode alokasi seperti di negara asalnya, penonton The Avengers jumlahnya melampaui batas di bioskop Indonesia. Sampai hari ini dalam pemutaran pertama, penonton masih bergerombolan untuk mengantre. Hal ini merupakan saat-saat dimana pemilik usaha bioskop menperoleh keuntungan yang berlipat kali ganda.

Saat ini, mereka sedang menerima penghasilan melalui penonton lewat pemutaran film The Avengers. Hasilnya, film yang menyodorkan petualangan yang mendebarkan berpadu dengan telmologi canggih dan diselingi aksi lucu para artisnya ini juga membuat penonton di bioskop kota-kota lain. Di solo, antrean selalu memenuhi bioskop-bioskop. Dengan jumlah penonton minimal 40% dari kapasitas, pengusaha bioskop sudah bisa menutup operasional.

Film yang bertemakan superhero memang banyak penggemar. Tidak heran, tahun ini akan ditayangkan film-film superhero lain, termasuk Spiderman dan Batman. Djonny Syafrudin, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia tidak menepis bahwa pengusaha bioskop yang memutar The Avengersakan mengantongi untung besar. Para pengusaha bioskop pastinya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan berharga ini.

Film-film dalam negeri mulai menunjukkankualitasnya. Film laga The Raid yang berhasil menjebol pasar film Hollywood menjadi film dalam negeri yang paling terkenal. Film ini ditonton lebih dari 1,7 juta orang. Itu belum pernah ada dalam sejarah film Indonesia selama empat tahun belakangan ini. Tak seperti film Hollywood yang memiliki jalur alokasi khusus, film lokal mempercayakan berbagai festival film sebelum masuk ke pasar. Selain menjadi bagian dari kegiatan promosi, festival film juga menjadi jalur bagi para produser untuk menemukan distributor yang potensial.

Film-film lokal dari Indonesia yang sengaja menggunakan metode festival untuk melakukan promosi, termasuk sebagai strategi untuk menjaring minat penonton. Festival film juga bisa membuka jalur pemasaran secara internasional. Saat ini masih sangat sulit bagi sebuah film produksi lokal untuk rilis atau ditayangkan di luar negeri.