Batam Geser Posisi Surabaya Sebagai Pusat Industri Perkapalan

Ahmad Dahlan selaku wali kota Batam menyampaikan bahwa Batam berhasil menggeser posisi Surabaya, Jawa Timur dari pusat industri perkapalan. Dan sekarang ini galangan kapal yang beroperasi di Batam lebih dari 120 perusahaan.

Dahulu Surabaya adalah pusat industri perkapalan. Akan tetapi, posisi itu berganti ditempati oleh Batam sejak lima tahun terakhir. “Batam memiliki tiga kawasan industri perkapalan di Sekupang, Kabil, dan Tanjung Uncang. Dan sudah ada 120 perusahaan lebih yang beroperasi,” kata Ahmad, di Batam.

Di kalangan Batam pun banyak yang menerima pesanan kapal dan anjungan pengeboran minyak dari berbagai negara, juga banyak pula pekerjaan perawatan di kalangan itu. Ahmad juga mengatakan kalau pekerjanya tidak hanya dari kalangan Batam tapi dari berbagai daerah di Indonesia. Maka dari itu, manfaat industri perkapalan tidak hanya dinikmati Batam saja.

Dengan posisi dan berbagai fasilitas untuk investo Batam diuntungkan. Dengan letaknya di sisi selat Malaka maka memudahkan kapal-kapal internasional ika akan melakukan perawatan. Disamping itu pengiriman kapal atau anjungan baru juga lebih dekat.

Karena Batam masih mendapat status daerah pelabuhan dan perdagangan bebas, jadi industri di Batam tidak perlu membayar sebagian untuk pajak bahan bakunya.