Nilai Tukar Rupiah Terhadap AS Turun

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS turun tajam selama dua pekan terakhir. Bahkan, nilai tukar rupiah di pasar NDF sudah sempat menyentuh Rp 10.081 per dollar AS. Menurunnya rupiah ini belum berakhir dalam waktu dekat.

Pada akhir-akhir ini, nilai tukar mata uang ini selalu melemah. Data Bank Indonesia memaparkan bahwa nilai tukar yang terus menurun sampai mencapai level terbawah semenjak tiga tahun yang lalu. Kurs tengah rupiah mencapai level Rp 9.570 per dollar Amerika Serikat (AS).

Akan tetapi, rupiah bisa menguat ke level Rp 9.400 per dollar AS. Nilai tukar di pasar jauh lebih tertekan. Nilai tukar rupiah untuk kontrak tiga bulan sudah mencapai level Rp 10.081 per dollar AS. Para pelaku mata uang asing menyebutkan, tekanan terhadap nilai tukar lahir karena pemikiran negatif terhadap progres krisis di Eropa.

Appresyanti Senthaury selaku analis treasury Bank Negara Indonesia menyebutkan bahwa tidak ada faktor dalam negeri yang dominan mempengaruhi kurs. Di akhir bulan ada peningkatan permintaan dollar AS dari perusahaan untuk penyelesaian transaksi ekspor impor.

Rasa khawatir atas melemahnya krisis utang di Eropa menjadikan para pelaku pasar mengalihkan dana ke dollar AS. Para penyandang dana asing mendata posisi jual bersih di bursa saham sebesar Rp 2,52 triliun. Kurs tengah BI menunjukkan rupiah berada di level Rp 9.333 per dollar AS. Rupiah bisa kembali menguat setelah BI melakukan intervensi dengan mengucurkan dollar AS ke pasar.

Faktor utama yang mempengaruhi pergerakan rupiah saat ini, pasar masih menunggu hasil pemilu legislatif di Yunani. Pasar juga masih menantikan perkembangan apakah Yunani akan terbuang dari zona euro. Selama nasib Yunani masih belum jelas, rupiah akan tetap mengarah pada melemahnya dollar AS.