White Shoes And The Couples Company Tampil Di Festival Balispirit

Ciri khas grup band ini adalah sepatu putih yang dipakai oleh ketujuh anggotanya. Musik dari band yang terbentuk pada 2002 itu dipengaruhi oleh lagu-lagu dalam soundtrack film klasik, jazz klasik, dan strings arrangements plus irama retro disko, easy listening, balada, Indonesia era 70 an, dan akustik musisi 30 an. Itu menurut situs resmi band tersebut.

Jika didengarkan, musik-musik mereka banyak berisi unsur lagu dari era 60 hingga 80 an, setidaknya demikian pendengaran orang awam. Namun, jenis apa pun lagu yang mereka mainkan, para penonton yang hadir di ARMA sangat menikmatinya. White Shoes And The Couples Company (WSATCC) terdiri atas tujuh orang, yaitu Aprilia Apsari sebagai vocal dan finger snaps, Rio Farabi sebagai Akustik dan vokal, Saleh Husein sebagai electric guitar dan vokal, Ricky Surya Virgana sebagai kontra bass, cello, bass, dan vokal, Aprimela Prawidyanti sebagai piano, biola, synth, keyboards, dan vokal, dan John Navid sebagai drums, vibes.

Walau telah tampil di berbagai negara, White Shoes And The Couples Company tidak berpikir untuk memasukkan lagu berbahasa Inggris. “Musik adalah bahasa universal. Kami tetap menyanyikan lagu dalam bahasa Indonesia di mana pun,” kata Rio. Bagaimanapun, tampil di BaliSpirit punya kesan tersendiri. “Festival ini sangat berbeda dibanding yang lainnya,” kata John, ketika ditemui GHS di belakang panggung. Jika diundang lagi oleh BaliSpirit untuk mengisi acara, semua punggawa WSATCC langsung setuju. “Kami mau sekali jika memang diundang lagi,” kata Sari.