Kesabaran Dan Ketekunan Ayu Ting Ting Membuahkan Hasil

Tak ada yang mengira penyanyi cantik yang satu ini memiliki sifat yang sangat pemalu. Melihat penampilan luwesnya di atas panggung ketika membawakan berbagai macam acara membuat banyak orang menganggap Ayu Ting Ting merupakan sosok yang ramai dan heboh. Namun, pada dasarnya pelantun single Sik Asik ini pendiam dan pemalu.

Jika baru bertemu dengan orang baru, Ayu lebih banyak diam. Tetapi ini hanya sementara, setelah mulai berinteraksi dan mengobrol biasanya Ayu mulai ramai dan berani bercanda. Ayu Ting Ting juga mengaku selama menempuh perjalanan kariernya ini, Ayu sering merasa kurang percaya diri. Tapi atas dukungan dan dorongan dari keluarga dan teman-temannya, sedikit demi sedikit Ayu bisa mengatasi rasa seperti itu.

Tak hanya itu saja, berbekal tujuan untuk memberikan kebahagiaan bagi kedua orang tuanya, Ayu mampu mengatasi semua rasa takutnya dan berkarier semaksimal mungkin. Lihat saja perjalanan kariernya yang dimulai sejak duduk di bangku SMP. Usahanya ini ternyata berbuahkan hasil, Ayu ditawari untuk membuat album. Setelah membuat album, Ayu mulai nyanyi keluar kota lalu mengumpulkan pundi-pundi rupiah sedikit demi sedikit.

Akhirnya berbekal kesabaran dan kerja keras, Ayu Ting Ting berhasil membeli mobil dari hasil keringatnya sendiri. Saat itu, mobil yang dibelinya adalah Suzuki Splash. “Waktu itu ingin banget punya mobil biar nggak kehujanan dan mengajak orang tua jalan-jalan. Kalau niatnya tulus pasti kesampaian, alhamdulillah,” ungkapnya.

Mengejutkannya, sambil disibukkan menyanyi antarkota, tak sengaja Ayu sering mendengar lagunya dinyanyikan Olga di acara musik Dahsyat. Waktu itu Ayu pernah mengkhayal suatu saat nanti ia akan diundang dan menyanyi di sana. Impiannya akhirnya menjadi kenyataan, Ayu tampil di acara musik yang digemari anak-anak muda itu dan lambat laun terus melejit hingga ke pelosok tanah air. Akhirnya buah kesabaran dan kerja keras wanita pendiam dan pemalu ini menjadikan dirinya superstar yang lagunya digemari seluruh lapisan masyarakat.